A. Pengertian Ilmu Ekonomi
Ekonomi adalah salah satu bidang ilmu yang berkaitan dengan kegiatan manusia dalam memenuhi segala kebutuhannya. Ada beberapa definisi ilmu ekonomi dari berbagai sumber baik menurut para ahli dan pengertian secara umum. Berikut beberapa definisi ilmu ekonomi yang bisa diketahui.
;">
1. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
KBBI menjelaskan bahwa ilmu ekonomi adalah sebuah cabang ilmu yang merujuk pada berbagai asas-asas produksi, distribusi, dan pemakaian barang atau kekayaan. Maksud kekayaan disini adalah termasuk uang, perindustrian dan kegiatan perdagangan. Serta hal-hal yang mencakup pemanfaatan uang, waktu, tenaga, dan sebagainya yang berharga.
Dalam konteks ini ilmu ekonomi juga berhubungan dengan tata kehidupan perekonomian suatu negara. Perekonomian yang dimaksud di sini mencakup semua tindakan seperti aturan dan tata cara untuk menjalankan usaha berekonomi (perdagangan dan perindustrian).
Ilmu ekonomi juga didefinisikan sebagai urusan keuangan rumah tangga. Yang dimaksud rumah tangga disini adalah organisasi atau Negara.
2. Wikipedia Indonesia
Dilansir Wikipedia definisi ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari aktivitas perilaku manusia (sosial) yaitu kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa.
Secara bahasa ekonomi berasal dari kata “oikos” yang berarti keluarga atau rumah tangga. Dan “nomos” yang berarti peraturan, aturan dan hukum. Jadi ilmu ekonomi dapat diartikan sebagai manajemen atau mengelola rumah tangga.
3. Pengertian Ilmu Ekonomi Menurut Para Ahli
Para ahli telah menjelaskan pengertian ilmu ekonomi secara lengkap. Berikut ini ulasannya:
1) Adam Smith
Adam Smith mendefinisikan ilmu ekonomi adalah ilmu yang secara sistematis mempelajari tentang seluk beluk tingkah laku manusia.
2) Abraham Maslow
Abraham Maslow berpendapat bahwa ilmu ekonomi adalah sebuah bidang ilmu yang berguna untuk menyelesaikan permasalahan kehidupan manusia.
3) Aristoteles
Aristoteles menjelaskan bahwa ilmu ekonomi adalah sebagai cabang ilmu kajian yang bisa digunakan melalui 2 cara jalan.
4) M. Manullang
M. Manullang mendefinisikan Ilmu ekonomi adalah suatu studi atau ilmu pengetahuan yang mempelajari seluruh hal di dalam masyarakat demi usahanya untuk meraih kemakmuran.
5) John Stuart Mill
John Stuart Mill berpendapat bahwa ilmu ekonomi adalah sebuah cabang ilmu praktis atau sains praktikal yang mempelajari tentang seluk beluk penagihan dan pengeluaran.
6) Amwal
Amwal menjelaskan bahwa ilmu ekonomi merupakan suatu cabang ilmu yang mempelajari tentang bagaimana menentukan sebuah keputusan yang efektif.
7) Paul Anthony Samuelson
Paul Anthony Samuelson menjabarkan ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari cara-cara yang digunakan oleh masyarakat dalam upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan berbagai sumber terbatas.
8) Penson
Penson mengemukakan ilmu ekonomi yaitu sebuah ilmu yang selalu mengkaji mengenai kesejahteraan material pada setiap diri manusia.
9) Khursid Ahmad
Khursid Ahmad mendefinisikan ilmu ekonomi adalah hal hal yang berhubungan dengan sejumlah upaya untuk memahami setiap permasalahan ekonomi dengan perilaku manusia.
10) Suherman Rosyidi
Suherman Rosyidi berpendapat bahwa ilmu ekonomi merupakan salah satu cabang studi atau ilmu pengetahuan yang berupaya dengan sungguh sungguh memberikan pengetahuan.
11) Louis Cantori
Louis Cantori mengatakan ilmu ekonomi merupakan sebuah ilmu pengetahuan yang didasari atas segi islami.
12) Hermawan Kertajaya
Hermawan Kertajaya berpendapat bahwa ilmu Ekonomi adalah sebuah wadah yang didalamnya terdapat berbagai sektor sektor industri yang telah melekat.
13) Gregory Mankiw
Gregory Mankiw mendefinisikan ilmu ekonomi adalah sebuah studi atau cabang ilmu pengetahuan yang menjelaskan tentang bagaimana cara masyarakat dalam mengelola sumber sumber daya langka.
14) Mohammad Hatta
Mohammad Hatta menjelaskan ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari proses-proses tercapainya kesejahteraan dan keadilan sosial dalam suatu masyarakat.
15) Thorstein Veblen
Thorstein Veblen mengartikan ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari kemampuan manusia untuk menentukan pilihan-pilihan produksi, konsumsi, dan distribusi sesuai perasaan, selera, dan nilai-nilai kebudayaan dalam lingkungannya.
16) John Maynard Keynes
M. Keynes berpendapat bahwa ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari tingkat kemakmuran suatu negara yang membutuhkan intervensi pemerintah sehingga mencapai suatu kondisi perekonomian tertentu.
17) Jean-Baptiste Say
Jean-Baptiste Say mengatakan bahwa ilmu ekonomi adalah ilmu yang menjadi cabang dari kajian-kajian tentang segala peraturan yang dapat menentukan kekayaan seseorang.
18) Karl Marx
Karl Marx mendefinisikan ilmu ekonomi sebagai ilmu yang mempelajari cara-cara manusia untuk bertahan hidup dalam sebuah struktur kelas sosial yang hubungannya ditentukan dalam pemanfaatan sarana produksi.
19) John Stuart Mill
J. S. Mill menjelaskan bahwa ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari segala hal tentang pengeluaran dan penagihan.
20) Max Weber
Max Weber menjelaskan ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari pembentukan pola-pola tindakan sosial dan tindakan ekonomi individu berdasarkan nilai-nilai yang diyakininya.
4. Konsep Dasar Ilmu Ekonomi
a) Kegiatan Ekonomi
1) Produksi, adalah aktivitas yang berhubungan dengan kegiatan usaha untuk menambah nilai guna dari barang atau jasa. Kegiatan yang dimaksud adalah pengumpulan modal, sumber daya (manusia dan alam) dan keahlian.
2) Distribusi, adalah aktivitas yang berkaitan dengan penyebaran barang atau jasa yang telah diproduksi.
3) Konsumsi, adalah aktivitas yang berkaitan dengan penggunaan barang atau jasa. Tingkat penghasilan dan nilai kebudayaan masyarakat sangat menentukan tingkat konsumsi.
b) Tindakan Ekonomi
Tindakan ekonomi adalah sebagai usaha manusia untuk memilih hal-hal terbaik dan menguntungkan baginya yang sesuai dengan kemampuannya. Tindakan ekonomi dibagi dalam 2 aspek, yaitu:
1) Tindakan Rasional. Berhubungan dengan cara manusia dalam menentukan pilihan terbaik dan menguntungkan dan sesuai dengan kenyataan.
2) Tindakan Irasional. Berhubungan dengan cara manusia dalam menentukan pilihan terbaik dan menguntungkan, namun tidak sesuai dengan kenyataan.
c) Motif Ekonomi
Ini adalah alasan atau tujuan manusia dalam melakukan tindakan ekonomi. Dalam motif ekonomi terdapat dua aspek, yaitu:
1) Motif Intrinsik. Ini merupakan tujuan atau alasan yang bersumber dari diri sendiri untuk melakukan tindakan ekonomi.
2) Motif Ekstrinsik. Ini merupakan tujuan atau alasan yang bersumber dari orang lain untuk melakukan tindakan ekonomi.
B. Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi memiliki ruang lingkup mikro dan makro sehingga mudah untuk dipelajari. Keduanya memberikan batasan dan asumsi yang jelas.
1. Ekonomi Mikro
Ekonomi Mikro merupakan cabang ilmu ekonomi yang khusus mempelajari bagian-bagian kecil (aspek individual) dari keseluruhan kegiatan perekonomian. Analisis dalam teori ekonomi mikro antara lain meliputi perilaku pembeli (konsumen) dan produsen secara individua dalam pasar. Sikap dan perilaku konsumen tercermin dalam menggunakan pendapatan yang diperolehnya, sedangkan sikap dan perilaku produsen tercermin dalam menawarkan barangnya. Jadi inti dalam ekonomi mikro adalah masalah penentuan harga, sehingga ekonomi mikro sering dinamakan dengan teori harga (price theory).
Tujuan dan sasaran analisis ekonomi mikro lebih dititikberatkan kepada bagaimana membuat pilihan untuk;
a. mewujudkan efisiensi dalam penggunaan sumber-sumber, dan
b. mencapai kepuasan yang maksimum.
2. Ekonomi Makro
Ekonomi Makro merupakan cabang ilmu ekonomi yang khusus mempelajari mekanisme bekerjanya perekonomian sebagai suatu keseluruhan (agregate) berkaitan dengan penggunaan faktor produksi yang tersedia secara efisien agar kemakmuran masyarakat dapat dimaksimumkan. Apabila yang dibicarakan masalah produsen, maka yang dianalisis produsen secara keseluruhan, demikian halnya jika konsumen maka yang diananlisis adalah seluruh konsumen dalam mengalokasikan pendapatannya untuk membeli barang/jasa yang dihasilkan oleh perekonomian. Demikian juga dengan variabel permintaan, penawaran, perusahaan, harga dan sebaginya. Intinya ekonomi makro menganalisis penentuan tingkat kegiatan ekonomi yang diukur dari pendapatan, sehingga ekonomi makro sering dinamakan sebagai teori pendapatan (income theory).
Tujuan dan sasaran analisis ekonomi makro antara lain membahas masalah:
a. sisi permintaan agregate dalam menentukan tingkat kegiatan ekonomi, dan
b. pentingnya kebijakan dan campur tangan pemerintah untuk mewujudkan prestasi kegiatan ekonomi yang diinginkan.
3. Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro
Walaupun keduanya sama-sama memiliki tujuan untuk membuat perekonomian yang lebih baik. Namun, kamu perlu tahu perbedaan dari keduanya ini yaitu:
a. Ruang Lingkup Ekonomi Mikro
Seperti yang sudah dibahas sedikit di atas bahwa ekonomi mikro ini berfokus kepada hal-hal yang lebih spesifik dan lebih rinci dibandingkan ekonomi makro. Namun, tidak hanya finansial yang dibahas dalam ruang lingkup ekonomi mikro, karena selain hal tersebut juga dibahas dalam cabang ekonomi ini, yaitu:
1) Teori Harga
Teori ini adalah awal dari proses permintaan dan penerimaan suatu barang maupun jasa. Nantinya juga akan berpengaruh dengan harga produk yang dijual. Karenanya, sebelum menentukan harga pastikan terlebih dahulu untuk melakukan riset terkait apakah harga yang sudah dipilih terlalu tinggi atau sebaliknya malah terlalu rendah. Apabila dari harga yang sudah ditetapkan tidak sesuai dengan produk atau jasa yang dijual, maka sudah pasti kamu akan kesulitan memasarkan produk tersebut dan akhirnya konsumen beralih ke kompetitor untuk mencari harga dan produk yang lebih terjangkau.
2) Teori Produksi
Ini adalah salah satu perbedaan dari ekonomi mikro dan ekonomi makro, karena ekonomi makro tidak memiliki teori produksi. Teori produksi ini perlu diterapkan sebelum menentukan harga, hal ini agar sesuai antara pendapatan, pengeluaran dan persentase laba yang harusnya didapat. Selain itu, perhitungan antara kualitas dan kuantitas juga menjadi sebuah hal yang perlu diperhatikan agar tidak membuat kerugian.
3) Teori Distribusi
Perbedaan lainnya adalah teori distribusi. Teori ini secara umu membahas pengeluaran yang dikeluarkan oleh badan usaha untuk kebutuhan seperti pembayaran upah maupun gaji kepada karyawan yang telah selesai mengerjakan tugasnya. Lalu, pembagian hasil dengan partner bisnis hingga kebutuhan lainnya yang memiliki tujuan untuk memajukan usaha.
b. Ruang Lingkup Ekonomi Makro
Ekonomi makro ini membahas hal yang terkait dengan ketersediaan lapangan pekerjaan, tingkat pengangguran dan hal yang terkait dengan inflasi dan deflasi. Ekonomi makro memiliki beberapa kebijakan dari yang diantaranya seperti:
1) Kebijakan Fiskal
Kebijakan ini mengatur tentang pendapatan dan pengeluaran dari suatu negara. Pendapatan negara dapat dihasilkan dari pemungutan pajak yang dilakukan oleh setiap warga negara. Selain itu, pendapatan negara juga dapat dihasilkan dari hal diluar dari non-pajak seperti denda, lelang, gratifikasi dan pemberian dari negara lainnya. Sedangkan untuk pengeluaran biasanya mengenai kegiatan impor barang dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam negeri. Kebutuhan negeri yang dibutuhkan biasanya kebutuhan yang memang sulit untuk diproduksi oleh negara. Sehingga akhirnya negara tersebut melakukan impor barang.
2) Kebijakan Moneter
Kebijakan ini juga adalah kebijakan yang menjadi pembeda dari ekonomi mikro dan makro. Kebijakan moneter ini adalah kebijakan yang memiliki fungsi untuk mengukur sebanyak apa dana yang dikeluarkan oleh bank sentral yang ada di Indonesia terhadap masyarakat Indonesia. Jika terjadi perputaran uang yang semakin banyak tentunya, akan mempengaruhi perputaran uang yang semakin banyak dan akan berpengaruh pada tingkat inflasi sehingga menyebabkan harga suatu produk menjadi lebih tinggi. Sebaliknya, apabila perputaran uang semakin kecil maka harga dari suatu produk yang ditawarkan relatif lebih murah atau yang sering disebut dengan deflasi. Kebijakan inilah yang memiliki peranan cukup penting dalam kehidupan masyarakat untuk pertumbuhan ekonomi suatu bangsa. Karenanya, dengan mempelajari ilmu ekonomi tentu akan sangat membantu dalam kegiatan sehari-hari.
3) Kebijakan Segi Penawaran
Kebijakan segi penawaran ini memiliki fungsi untuk menyeimbangkan neraca keuangan dalam sebuah perusahaan maupun negara. Karenanya, wajar jika banyak perusahaan membutuhkan orang yang ahli dalam bidang ilmu ekonomi. Dengan ilmu tersebut diharapkan segala pengelolaan keuangan terutama yang berkaitan dengan produksi dapat ditekan seoptimal mungkin dan tetap dapat menyeimbangkan kualitas produk, sehingga produk yang dihasilkan dapat lebih berkualitas.
C. Jenis Ilmu Ekonomi
Peranan penting suatu ekonomi dalam masyarakat sangat memberikan dampak yang sangat besar bagi suatu kehidupan. Hal ini yang dapat menyebabkan banyaknya pembagian-pembagian dalam ilmu ekonomi tersebut.
Ilmu ekonomi terbagi dalam 3 kategori yaitu sebagai berikut :
1. Ilmu Ekonomi Deskriptif
Ilmu Ekonomi Deskriptif ialah ilmu ekonomi yang mengumpulkan fakta penting yang berkaitan dengan suatu persoalan ekonomi atau topik tertentu.
Atau dengan arti lain ialah ilmu ekonomi deskriptif merupakan suatu analisa mengenai bidang ekonomi yang menggambarkan mengenai kondisi yang sebenarnya atau sesuai fakta yang terjadi dalam kegiatan perekonomian.
Contoh ilmu ekonomi deskriptif
Contoh ilmu ekonomi deskriptif adalah krisis moneter di Indonesia yang terjadi pada tahun 1998.
Pengetahuan mengenai fakta yang terdapat dalam perekonomian belumlah cukup untuk mempelajari ilmu ekonomi. Hal yang terpenting ialah menyusun data mengenai kenyataan atau fakta yang ada secara sistematis, dan membuat gambaran secara umum mengenai kegiatan perekonomian beserta komponen-komponen di dalamnya.
2. Ilmu Ekonomi Teori
Ekonomi Teori adalah pandangan yang menggambarkan kegiatan ekonomi yang memiliki sifat hubungan yang nyata dan menggambarkan ramalan suatu peristiwa yang kemungkinan akan terjadi di masa depan jika terdapat suatu kondisi yang dapat berpengaruh menuju perubahan. Ilmu ekonomi teori terbagi menjadi 2 macam yaitu ilmu ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro.
Ilmu Ekonomi Makro
Ilmu Ekonomi Makro ialah salah satu ilmu ekonomi yang membahas mengenai keseluruhan kegiatan ekonomi dalam cakupan nasional. Analisis ilmu ekonomi makro ini bersifat global, dan tidak berfokus kepada kegiatan ekonomi yang terdapat dalam unit-unit kecil perekonomian. Ilmu ekonomi makro membahas tentang suatu perubahan ekonomi yang berpengaruh kepada aktivitas ekonomi rumah tangga (household), perusahaan, dan pasar. Dalam menganalisis cara yang dapat mempengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, tenaga kerja, stabilitas harga, serta pencapaian suatu keseimbangan neraca yaitu dengan menggunakan ilmu ekonomi makro.
Permasalahan yang terjadi dalam ekonomi makro adalah sebagai berikut:
⦁ Kemiskinan dan pemerataan
⦁ Krisis nilai tukar
⦁ Hutang luar negeri
⦁ Perbankan, kredit macet
⦁ Inflasi
⦁ Pertumbuhan ekonomi
⦁ Pengangguran
Ilmu Ekonomi Mikro
Ilmu Ekonomi Mikro ialah suatu ilmu ekonomi yang mempelajari bagian-bagian kecil dalam kegiatan perekonomian secara khusus. Contohnya ialah analisis membahas tentang masalah yang terjadi di suatu pasar, perusahaan, harga komoditas tertentu, dan lain-lain. Ilmu ekonomi mikro meneliti tentang macam-macam keputusan dan perilaku yang dapat mempengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan harga di pasar.
Masyarakat yang melakukan kegiatan pengkombinasian suatu konsumsi atau produksi secara optimal di pasar yang dapat membentuk suatu pencapaian atas keseimbangan yang akan terjadi dalam skala makro, dengan syarat yaitu semua hal lain yang berkaitan tetap sama (ceteris paribus).
3. Ilmu Ekonomi Terapan
Ilmu Ekonomi Terapan ialah ilmu ekonomi yang menerapkan ilmu ekonomi teori dalam merumuskan segala kebijakan-kebijakan dan pedoman yang tepat untuk mengatasi masalah ekonomi yang terjadi. Selain itu Ilmu ekonomi terapan juga termasuk dalam cabang ilmu yang mempelajari secara khusus tentang bagaimana penerapan teori ekonomi dalam suatu rumah tangga produksi.
Ilmu ekonomi terapan juga termasuk ilmu ekonomi yang menggunakan kesimpulan-kesimpulan yang diperoleh dari teori ekonomi untuk menjelaskan masalah-masalah yang dikumpulkan dalam ekonomi deskriptif. Dengan kata lain, ilmu ekonomi terapan merupakan penerapan teori-teori ekonomi yang dalam praktek kehidupan masyarakat yang dilakukan secara nyata, seperti penerapan ekonomi koperasi dan ekonomi perusahaan.
Contoh ilmu ekonomi terapan
Contoh ilmu ekonomi terapan adalah ekonomi di perusahaan, ekonomi moneter, ekonomi perbankan, dan sebagainya.
8 Cabang Ilmu Ekonomi
Cabang ilmu ekonomi yang perlu kamu ketahui, diantaranya:
1) Ilmu Ekonomi Moneter
Ilmu Ekonomi Moneter merupakan cabang ilmu ekonomi yang membahas seputar perbankan, lembaga keuangan dan berbagai aspek lainnya yang terkait seperti inflasi, tingkat suku bunga, dan jumlah uang beredar.
2) Ilmu Ekonomi Publik
Ilmu ekonomi publik merupakan cabang ilmu ekonomi yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah dalam perekonomian negara (publik). Contohnya seperti APBN, APBD, utang pemerintah, pajak, dan retribusi.
3) Ilmu Ekonomi Industri
Ilmu ekonomi industri adalah cabang ilmu ekonomi yang berkaitan dengan interaksi perusahaan dalam suatu industry. Aspek-aspek di dalamnya seperti persaingan usaha, kinerja perusahaan atau kartel.
4) Ilmu Ekonomi Internasional
Ilmu ekonomi internasional merupakan cabang ilmu ekonomi yang membahas tentang kegiatan perekonomian antar bangsa atau antarnegara. Aspek-aspek di dalamnya seperti transaksi aliran investasi antarnegara, transaksi perdaganagan antar negara dan neraca pembayaran.
5) Ilmu Ekonomi Regional
Ilmu ekonomi regional adalah cabang ilmu ekonomi yang membahas tentang interaksi ekonomi antar wilayah dan proses pengembangan suatu wilayah.
6) Ilmu Ekonomi Sumber Daya Alam (SDA)
Ilmu ekonomi sumber daya alam (SDA) adalah cabang ilmu ekonomi yang membahas perihal alokasi sumber daya alam yang paling optimal menurut ekonomi.
7) Ilmu Ekonomi Sumber Daya Manusia (SDM)
Ilmu ekonomi sumber daya manusia (SDM) adalah cabang ilmu ekonomi yang membahas perihal faktor produksi tenaga kerja. Aspek di dalamnya meliputi masalah tingkat pendidikan calon tenaga kerja, pengangguran dan upah minimum pekerja.
8) Ilmu Ekonomi Syariah
Ilmu ekonomi syariah merupakan cabang ilmu ekonomi yang di harapkan dapat menerapkan ekonomi islam. Contoh bahasannya seperti penghapusan riba pada perekonomian, prinsip bagi hasil, dan zakat.
D. Metode Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi secara sederhana merupakan upaya manusia untuk memenuhi kebutuhannya yang bersifat tidak terbatas dengan alat pemenuhan kebutuhan yang berupa barang dan jasa yang bersifat langka dan terbatas serta memiliki kegunaan yang alternatif. Untuk itu, cara pemenuhan kebutuhannya berkaitan dengan metode – metode dalam ilmu ekonomi tersebut.
Adapun metode yang digunakan dalam ilmu ekonomi menurut chaurmain dan prihatin (1994:14-16) meliputi sebagai berikut :
1. Metode induktif
Metode dimana suatu keputusan dilakukan dengan mengumpulkan semua data informasi yang ada dalam realitas kehidupan. Realita tersebut mencakup setiap unsur kehidupan yang dialami kehidupan, keluarga, masyarakat likal, dan sebagainya yang mencoba mencari jalan pemecahan sehingga upaya pemenuhan kebutuhan tersebut dapat dikaji secermat mungkin. Sebagai contoh, upaya menghasilkan dan menyalurkan sumber daya ekonomi. upaya tersebut dilakukan sedemikian rupa sampai diperoleh barang dan jasa yang dapat tersedia pada jumlah, harga dan waktu yang tepat bagi pemenuhan kebutuhan tersebut. Untuk mencapai tujuan kebutuhan tersebut, diperlukan perencanaan yang ada dalam ilmu ekonomi berfungsi sebagai cara atau metode untuk menyusun daftar kebutuhan terhdap sejumlah barang dan jasa yang diperlukan masyarakat.
2. Metode deduktif
Metode imu ekonomiyang bekerja atas dasar hukum, ketentuan, atau prinsip umum yang sudah di uji kebenarannya. Dengan metode ini, ilmu ekonomi mencoba menetapkan cara pemecahan masalah sesuai dengan acuan, prinsip hukum, dan ketentuan yang ada dalam ilmu ekonomi. Misalnya, dalam ilmu ekonomi terdapat hukum yang mengemukakan bahwa jika persediaan barang dan jasa berkurang dalam masyarakat, sementara permintaannya tetap maka barang dan jasa akan naik harganya. Bertolak dari hukum ekonomi tersebut, para ahli ekonomi secara deduktif sudah sudah dapat menentukan bahwa harus dijaga agar persediaan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat tersebut selalu dapat mencukupi dalam kuantitas dan kualitasnya. Buliding (1955:12) menyebutnya sebagai metode eksperimen intelektual (the method of intellectual experiment).
3. Metode Matematika
Metode yang digunakan untuk memecahkan masalah – masalah ekonomi dengan cara pemecahan soal – soal secara matematis. Maksudnya bahwa dalam matematika terdapat kebiasaan yang dimulai dengan pembahasan dalil – dalil. Melalui pembahasan dalil – dalil tersebut dapat dipastikan bahwa kajiannya dapat diterima secara umum.
4. Metode statistika
Suatu metode pemecahan masalah ekonomi dengan cara pengumpulan, pengolahan, analisis, penafsiran dan penyajian data dalam bentuk angka – angka secara statistik. Dari angka – angka yang disajikan kemudian dapat diketahui permasalahan yang sesungguhnya. Sebagai contoh, pembahasan mengenai pengangguran. Dalam hal ini, dapat terlebih dahulu diidentifikasi unsur – unsur yang berkaitan dengan pengangguran, mislanya data perusahaan, data tenaga kerja yang terdidik atau kurang terdidik, jenis dan jumlah lapangan kerja yang tersedia, jumlah dan tingkat upah yang ditawarkan perusahaan, tempat perusahaan beroprasi, rata – rata tempat tinggal para calon pekerja. dari data yang terkumpul tersebut seorang ahli ekonomi dapat menyusun analisis dan penafsiran data secara statistik yang berhubungan dengan pemecahan masalah pengangguran tersebut. Selanjutnya, dari angka tersebut dapat ditentukan cara yang tepat untuk membantu mengatasi masalah pengangguran secara akurat berdasarkan tafsiran peneliti terhadap angka – angka yang disajikan statistik.
E. Prinsip Ilmu Ekonomi
1. Pengertian Prinsip Ekonomi
Secara umum pengertian prinsip ekonomi adalah suatu pedoman untuk melakukan tindakan ekonomi yang di dalamnya terkandung asas dengan pengorbanan tertentu untuk memperoleh hasil yang maksimal. Prinsip ekonomi adalah dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil tertentu, atau dengan pengorbanan tertentu untuk memperoleh hasil semaksimal mungkin.
2. Prinsip-Prinsip Ekonomi dan Contohnya
Secara umum jenis jenis prinsip ekonomi dibagi menjadi tiga kegiatan berkaitan dengan tugasnya dalam kegiatan ekonomi yaitu produksi (produsen), distribusi (distributor) dan konsumsi (konsumen).
a) Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Produksi
Prinsip ekonomi dalam kegiatan produksi adalah dasar dalam menghasilkan barang dan jasa sebanyak-banyaknya dengan biaya produksi dan pengorbanan tertentu.
Contoh Penerapan Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Produksi
1) Membuka tempat usaha dekat dengan lokasi bahan baku, tenaga kerja atau daerah pemasaran
2) Menentukan harga jual yang menguntungkan
3) Memakai bahan baku yang berkualitas bagus, namun dengan harga paling murah
4) Memakai sumber daya dengan efisien
5) Menggunakan tenaga kerja yang ahli dan terampil
6) Memakai alat dan mesin dengan produktivitas yang tinggi namun dengan biaya yang reltif rendah
7) Menentukan barang dan jasa yang nantinya akan dihasilkan
b) Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Distribusi
Prinsip ekonomi dalam kegiatan distribusi adalah sistem dan kegiatan penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen.
Contoh Penerapan Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Distribusi
1) Membeli barang dari produsen secara langsung untuk menekan biaya
2) Meningkatkan kualitas pelayanan ke konsumen
3) Menyalurkan barang ke konsumen yang tepat waktu
4) Memakai sarana distribusi yang dengan harga relatif murah
5) Menyediakan barang dan jasa yang lagi tren di kalangan konsumen
6) Menentukan lokasi perusahaan yang berada di antara produsen dan konsumen
c) Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Konsumsi
Prinsip ekonomi dalam kegiatan konsumsi adalah upaya dalam memperoleh kepuasaan sebesar-besarnya dari sautu barang atau jasa dengan pengorbanan dan penggunaan anggaran tertentu.
Contoh Penerapan Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Distribusi
1) Membeli barang yang bagus dan berkualiatas
2) Memilih barang yang awet dan tahan lama
3) Membeli barang dengan harga terjangkau atau relatif murah
4) Membuat daftar barang yang dibutuhkan sesuai keperluan
5) Memilih kualitas barang sebelum membelinya
6) Mengadakan tawar menawar sebelum membeli barang untuk menekan harga
7) Mengendalikan pengeluaran dengan memperhatikan pendapatan kita yang sesuai kemampuan
3. Tujuan Prinsip Ekonomi
Ada beberapa tujuan prinsip ekonomi secara umum, di antaranya adalah sebagai berikut:
⦁ Mendapatkan keuntungan yang semaksimal mungkin
⦁ Memperkecil adanya kerugian akibat dari kesalahn-kesalahan tertentu
⦁ Mencegah terjadinya konsumsi yang boros
⦁ Mempergunakan kemampuan dan modal yang dimiliki
4. Ciri-Ciri Prinsip Ekonomi
Berikut ini merupakan ciri-ciri orang yang menerapkan prinsip-prinsip ekonomi secara umum:
⦁ Bertindak rasional, artinya seseorang yang melakukan kegiatan atau tindakan selalu dengan akan yang sehat bukan berdasarkan dari emosi dan hawa nafsu
⦁ Bertindak ekonomis, artinya seseorang melakukan kegiatan ekonomi dengan segala perhitungan yang cermat dan perencanaan yang matang
⦁ Bertindak hemat, artinya seseorang melakukan kegiatan ekonomi dapat menghindari pemborosan dengan membeli kebutuhan sesuai dengan yang dibutuhkan
⦁ Membuat skala prioritas, artinya seseorang memenuhi kebutuhan dengan membuat urutan kebutuhan menurut tingkat kepentingannya dari yang mendesak sampai yang dapat ditunda-tunda
⦁ Bertindak dengan memakai prinsip cost and benefit, artinya seseorang dalam melakukan kegiatan selalu memperhitungkan biaya yang dikeluarkan dan manfaat yang diterima dari kegiatna yang dilakukannya.
5. Sepuluh Prinsip Ekonomi Menurut N. Gregory Mankiw
Menurut N. Gregory Mankiw, ada 10 prinsip ekonomi. Teori ini mencakup hal-hal terkait pemenuhan kebutuhan, kebijakan pemerintah dan peran pasar dalam kegiatan perekonomian. Berikut merupakan 10 prinsip menurut Mankiw beserta contohnya.
1) Setiap orang melakukan tarik ulur pilihan (People face trade-off)
Artinya dalam setiap pengambilan keputusan ekonomi, kita dihadapkan pada suatu pilihan, dimana pilihan yang satu mengorbankan pilihan yang lain. Trade off yang dihadapi masyarakat adalah effisiensi, artinya masyarakat mendapatkan hasil optimal dari sumberdaya daya yang ada.
Contoh : Saat akan berangkat kerja jika memilih naik kendaraan pribadi akan keluar biaya untuk bensin sekitar 5.000, sedangkan jika naik angkutan umum akan kelur biaya sekitar 8.000.
2) Pengorbanan biaya untuk mendapatkan sesuatu (The cost of something is what you give up to get it)
Biaya suatu hal ialah seberapa besar yang kamu korbankan untuk mendapatkan itu. Biaya ini disebut juga dengan biaya peluang atau opportunity cost.
3) Orang rasional berpikir pada margin (Rational people think at the margin)
Pembuat keputusan yang rasional akan mengambil suatu tindakan jika marginal benefit dari tindakan itu lebih besar dari marginal costnya. Seorang akan berpikir secara rasional untuk mendapatkan keuntungan dan apa yang menjadi kerugian dari kesempatan yang dipilih.
4) Orang tanggap dalam insentif (people respond to incentives)
Orang akan mau melakukan jika ada insentif yang diterimanya. Hal ini menjadi dasar dari kegiatan ekonomi, dimana orang akan lebib bereaksi jika ada timbal balik yang didapatkan.
Contoh : Seseorang akan bekerja sesuai porsi saat penghasilannya tetap, tetapi saat ada insentif maka ia akan bekerja secara ekstra dari sebelumnya.
5) Perdagangan menguntungkan semua pihak (Trade can make everyone better off)
Perdagangan akan membuat orang menjadi lebih baik. Jika tidak ada perdagangan, maka orang harus memproduksi semua kebutuhannya, yang jelas tidak mungkin.
6) Pasar adalah sarana terbaik untuk mengkoordinasikan kegiatan ekonomi (Market are usually a good way to organize economic activity)
Artinya kegiatan ekonomi akan menjadi lebih baik jika diorganisasi oleh pasar, bukan pemerintah. Dengan menggunakan jenis perekonomian pasar, keputusan-keputusan dari suatu perencanaan yang terpusat, digantikan oleh keputusan-keputusan dari jutaan perusahaan dan rumah tangga.
7) Pemerintah kadang mampu meningkatkan faktor produksi (Governments can sometimes improve market outcomes)
Intervensi di bidang ekonomi biasanya dilakukan oleh pemerintah. Hal ini bisa membantu pedagang-pedagang di pasar sehingga dapat menguntungkan kedua pihak yaitu penjual dengan pembeli.
8) Standar hidup negara bergantung pada kemampuan dalam memproduksi barang dan jasa (country’s standard of living depends on its ability to produce goods and services)
Standar kehidupan suatu negara berbanding lurus dengan kemampuannya menghasilkan barang dan jasa yang tinggi maka standar kehidupan negara itu tergolong tinggi, dan sebaliknya. Tingkat pertumbuhan produktivitas suatu negara menentukan tingkat pertumbuhan pendapatan rata-ratanya.
9) Harga akan naik jika pemerintah mencetak uang dalam jumlah banyak (Prices rise when the government prints too much money)
Tingginya tingkat peredaran uang akibat dari tingginya produksi uang itu sendiri, menyebabkan nilai dari uang tersebut menjadi semakin kurang berharga. Sehingga harga barang naik karena nilai dari uang tersebut menurun.
10) Masyarakat menghadapi trade-off jangka pendek antara inflasi dan pengangguran (Society faces a short-run tradeoff between inflation and unemployment)
Trade-off antara inflasi dan pengangguran sifatnya hanyalah sementara, namun dapat berlangsung bertahun-tahun. Di negara tertentu meningkatnya inflasi akan mengurangi pengangguran. Namun hal tersebut tampaknya tidak terjadi di Indonesia.
Nah demikianlah referensi lengkap terkait prinsip ekonomi beserta tujuan, ciri-ciri, dan contohnya. Dalam hubungannya dengan kegiatan ekonomi, baik dalam lingkup rumah tangga atau pemerintahan, peran prinsip ekonomi sangat penting agar terjadi keselarasan antara produsen, distributor dan konsumen.
SUMBER :
https://kotakpintar.com/konsep-dan-ruang-lingkup-ilmu-ekonomi/
https://belajargiat.id/ekonomi/
https://www.akseleran.co.id/blog/ekonomi-makro/
https://www.akuntansilengkap.com/ekonomi/pembagian-ilmu-ekonomi-ilmu-ekonomi-deskriptif-teori-dan-terapan/
https://www.zonareferensi.com/prinsip-ekonomi/
